default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Diduga Jaringan Isis, Warga Madura Bacok Polisi Surabaya

Diduga Jaringan Isis, Warga Madura Bacok Polisi Surabaya
Peristiwa Nasional
Imam Mustafa (30) saat dilumpuhkan dengan timah panas oleh polisi
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

 

SURABAYA - Seorang pemuda benama Imam Mustafa (30) mengaku dari Madura, Jawa Timur yang saat ini tinggal kos di Jalan Sidosermo IV Gang I nomor 10A Surabaya, datang dan membacok anggota Polisi Surabaya yang bertugas.

Menurut sumber informasi, pelaku datang dengan berpura-pura mau melapor ke Polsek Wonokromo Surabaya. Tak ada gelagat mencurigakan sama sekali.

Selang beberapa menit, langsung mengambil celurit dan menyabetkan ke anggota yang bertugas.

Karena melawan saat mau ditangkap petugas, Polisi langsung melumpuhkan kakinya menggunakan timah panas.

Saat suaraindonesia.co.id mencoba melakukan penelusuran di tempat kosnya, menurut beberapa sumber Imam Mustofa dikenal sebagai laki-laki pendiam.

"Mustofa jarang berkomunikasi dengan warga sekitar. Orangnya juga tertutup," terang Rahmad salah satu pemilik kos.

Bahkan akhir-akhir ini, kata Rahmad, dia terlihat makin dirasa aneh tentang pemahaman keagamaan yang diyakininya.

“Mustofa pernah saya kasih nasehat. Agar bisa berinteraksi dengan masyarakat. Tapi tidak mau," akui dia.

Kata dia, memang dua tahun terkahir banyak perubahan. Bahkan kalau berbicara  Terlihat lebih radikal.

"Bahkan istrinya sekarang sudah pakai niqab,” sebut Rahmat.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan langsung Detasemen 88 Mabes Polri.

“Untuk dugaan sementara, yang bersangkuta melakukan Amaliyah,” terang Barung, Sabtu (17/8/2019).

Untuk barang bukti, dari tangan pelaku Polisi berhasil mengamankan banyak jenis senjata yang disimpan dari dalam tasnya.

"Sajam, celurit, ada ketapel, ada anak ketepel, pistol airsoft gun," sebut Barung

Selain senjata, lambang tertentu yang diduga jaringan Isis juga berhaail disita Polisi.


Kontributor : Alfia
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar