Pupuk Non Subsidi NPK Phonska Plus Produk Petrokimia Gresik Dongkrak Produktivitas Tomat di Gorontalo

Pupuk Non Subsidi NPK Phonska Plus Produk Petrokimia Gresik Dongkrak Produktivitas Tomat di Gorontalo
Pertanian
Panen tomat di Desa Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo

GRESIK - Berkat pemupukan Petrokimia Gresik (PG), panen tomat di lahan demonstration plot (demplot) Desa Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, mampu meningkatkan produktivitas hingga 60 persen.

Peningkatan tersebut didapat setelah menerapkan pola pemupukan berimbang rekomendasi Petrokimia Gresik dengan komposisi Petroganik (2 ton/ha), ZA (200 kg/ha), ZK (100kg/ha), NPK Phonska Plus (800 kg/ha), dan pupuk hayati Sinar Bio (50 kg/ha).

"Komposisi ini mampu menghasilkan panen tomat sebanyak 48 ton per hektare, jauh diatas kebiasaan petani setempat yang biasanya hanya menghasilkan 30 ton per hektare," kata Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi, Kamis (28/5/2020).

Dalam demplot ini, PG menggunakan salah satu produk pupuk non-subsidi terbaiknya, yaitu NPK Phonska Plus. Pupuk ini merupakan pupuk majemuk generasi baru Petrokimia Gresik dengan kandungan NPK 15-15-15 yang diperkaya 9% Sulfur dan unsur hara mikro esensial Zink (Zn) sebesar 2.000 ppm yang sangat dibutuhkan tanaman.

Berdasarkan data Organisasi Pupuk Dunia, sebagian besar lahan pertanian di dunia, termasuk di Indonesia kekurangan unsur hara mikro Zink. Padahal Zink merupakan faktor penting yang dapat memaksimalkan pertumbuhan vegetatif serta pembentukan bunga dan buah pada tanaman. 

"Karena itu kami memilih Zink sebagai unsur hara mikro yang ditambahkan dalam NPK Phonska Plus," imbuhnya.

Selain memberikan mengawal pemupukan berimbang, PG juga menggandeng salah satu anak perusahaan, yakni Petrokimia Kayaku untuk pengendalian hama dan jamur.
Adapun insektisida yang diaplikasikan antara lain Fenite 150 OD, Ceba 125 EC, dan Plytop 250 OD yang berfungsi untuk mengendalikan hama berupa kutu-kutuan, tungau, aphids, ulat penggulung, dan penghisap daun. Serta Fungisida, yaitu Kamikaze 371 EC dan Topsin WP untuk menghambat pertumbuhan jamur sehingga hasil panen tinggi.

"Ini adalah upaya nyata Petrokima Gresik sebagai Solusi Agroindustri, dengan menghadirkan serangkaian produk lengkap untuk mengawal musim tanam serta mewujudkan pertanian yang berkelanjutan," paparnya.

Apalagi saat ini, Indonesia tengah menghadapi wabah Covid-19. Sehingga dibutuhkan produk pupuk dan pengendalian hama yang tepat untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, panen hari ini merupakan kelanjutan dari kegiatan demplot Petrokimia Gresik di 4 (empat) titik di Kabupaten Gorontalo sebelumnya, yaitu di Desa Dutulanaa, Tenilo, Tolotio dan Molowahu.

Kabupaten Gorontalo dipilih karena merupakan salah satu sentra pertanian dan hortikultura di Sulawesi. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, luas panen tanaman tomat mencapai 9.229 ha. 

Diharapkan, pola pemupukan rekomendasi PG dapat diduplikasi oleh petani lainnya di Gorontalo. Selain itu, produk-produk PG dapat menjadi andalan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan, serta memperkuat kesejahteraan petani.

Rahmad juga menjelaskan, panen kegiatan ini tetap memperhatikan protokol pencegahan penularan Covid-19 dengan menerapkan physical distancing, menggunakan masker, dan selalu mencuci tangan. 

“Ini merupakan komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehinga kegiatan di sektor hulu pertanian tetap aman dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga," pungkasnya.


Kontributor : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar