default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Banjir masih Genangi 680 Rumah dan 258 Hektar Sawah di Gresik

Banjir masih Genangi 680 Rumah dan 258 Hektar Sawah di Gresik
Peristiwa Daerah
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo beserta PJU memantau debit air di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

GRESIK - Banjir akibat luapan Kali Lamong masih menggenangi ratusan rumah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020). Bahkan, ada yang paling parah. Perumahan Cerme Prismaland, Kecamatan Cerme, genangan mencapai 80 cm.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik. Terdapat satu desa di Kecamatan Balongpanggang, yakni Desa Banjaragung. Jalan lingkungannya tergenang ketinggian 40 cm.

Sebanyak 680 rumah dan 258 hektar sawah di tujuh desa Kecamatan Cerme yang terdampak. Yakni Desa Morowudi, genangan air mencapai 30 cm. Kemudian Desa Dungus genangan mencapai 30 cm. Termasuk lembaga pendudukan MI Matholiul Falah dan Makam desa.

Selanjutnya Desa Iker-iker Geger, genangan air jalan poros desa mencapai 50 cm. Desa Guranganyar, paling parah, genangan air mencapai 80 cm.

Selanjutnya Desa Sukoanyar, genangan hanya 15 cm, dan Desa Dadapkuning hanya 10 cm serta Desa Lengkong genangan jalan 20 cm. Sementara di wilayah Kecamatan Menganti, terdapat dua desa yang terdampak. Desa Putat Lor, SDN Putat Lor II tergenang 20 cm dan Desa Gadingwatu tergenang 15 cm.

Sementara itu, pihak kepolisian terus memantau kondisi banjir di lokasi. Salah satunya di Desa Morowudi. Sepanjang jalur itu dipantau perkembangannya. Namun, masih bisa dilalui oleh kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat.

"Kami memberikan himbauan kepada masyarakat, kalau air sudah masuk ke dalam rumah segere ke posko banjir," kata Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo bersama PJU Polres Gresik.

Alumnus Akpol 2000 itu juga menghimbau kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati. Sebab, banyak jalanan yang tergenang air kondisinya rusak dan berlubang.

"Anggota akan terus pantau kondisi banjir selama 24 jam. Untuk mengupdate terus debit air," imbuh mantan Kapolres Jember tersebut.

Sementara itu Camat Cerme Suyono menambahkan, banjir yang melanda wilayah cerme naik turun. Hal itu disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari belakangan. "Yang paling tinggi di Desa Dungus," imbuhnya.


Kontributor : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar