default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Rutan Kelas IIB di Gresik Dipasang Fingerprint, Ini Tujuannya

Rutan Kelas IIB di Gresik Dipasang Fingerprint, Ini Tujuannya
Peristiwa Daerah
Kepala Pelayanan Rutan Anis Handoyo (tengah) saat memberikan keterangan bersama dua pejabat rutan kelas IIB Banjarsari, Cerme, Gresik.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

GRESIK – Sistem keamanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB, Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur akan terus diperketat. Pada loket pintu masuk akan dipasang alat fingerprint. Untuk mendeteksi pengunjung yang membesuk tahanan.

Sistem pengamanan ini diterapkan untuk mendeteksi siapa saja pengunjung yang masuk dan keluar. Terutama pihak keluarga. Sebab, dalam sehari jumlah pengunjung yang datang mulai dari 80 sampai 100 orang. 

Jumlah itu terus naik kalau memasuki masa liburan. Contohnya pada hari Sabtu dan Senin. Pengunjung membeludak hingga 200 orang. “Siapapun yang masuk harus melalui fingerprint,” kata Kepala Pengamanan Rutan Kelas IIB Cerme, Zulfikar, Kamis (27/2/2020).

Dia mengatakan, pengamanan ini tidak hanya bertujuan mendeteksi pengunjung. Juga, mengantisipasi terjadinya tahanan yang kabur. Serta penyelundupan barang terlarang. 

“Pembuatan standar operasional prosedur (SOP) sudah tuntas. Progresnya sudah sekitar 65 persen,” imbuhnya.

Disisi lain, Kepala Pelayanan Rutan Anis Handoyo menambahkan, semua satker dituntu untuk memperbaiki pelayanan guna mempersiapkan menuju predikat wilayab bebas korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Ada beberapa komponen yang harus dilakukan. Salah satunya, pelayanan publik. Seluruh satuan kerja (satker) pemasyarakatan dituntut untuk membuat perubahan. “Termasuk meningkatkan SDM yang unggul dan pengawasan internal,” imbuh Anis sapaan akrabnya.


Kontributor : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar